Sabtu, 17 September 2022

In Case You Don't Know

Setelah berkali kali membaca 'Dunia Shopie'

Aku akhirnya bergeser ke Elizabeth Kostova's 'Historians'

In case you don't know

'Historians' is a novel wrote by Elizabeth Kostova

Hiding story about Drakula

Eastern Europe back in the 1.400s A.C

So sad, so naive, and so silly

About 15 years old girl, sleeping with 20 years old boy, doing something stupid

Doing the old things

We both love Liam Gallagher

Yeah, I'm talking to you.... 

Minggu, 04 September 2022

Am I Getting Better?

Suddenly, my brain visualizes 3D motion in this head.

Right after, my heart recalled something strong about friendship from the past.

Things that came to mind after the heart felt so deeply about resolution.

About friendship that came along from years and years behind.

Strange thing in the night.

And the vision brings it back into my feelings.

Are you alright, my old friend? 

This is a vision about nights when we were younger doing old things like the ones before. 

Drinking and laughing and loving everywhere around your place.

And possibly didn't give a damn about the future. 

This past haunts me again.

While I'm not really lonely, but chilling about yesterday so suddenly. 

Am I getting better? 


Kamis, 25 Agustus 2022

"Justin never know the rules..."

"Justin never know the rules..."

Hari ini hari Jumat

Sejumput lirik '1979' from Smashing Pumpkin mengembalikan sesuatu yang tersita oleh waktu sepanjang weekday

Lagu berganti...

4 Non Blondes

"Oh my God, yes I pray every single day for a revolution!!!"

With 'Bitter Sweet Symphony' after that, 

So magical! 

And FYI, that's the reason I love holiday very fuckin' much. 

Because, it's only music and the dream

And the most important thing is, 

It's only me

In my life

Taking time, 

Respectfully,

Waiting for you

Only. . . 

Selasa, 16 Agustus 2022

Eksistensi Sudah Mati

Robot-robot akan binasa. 

Tepat setelah mereka mampu bersuara

Eksistensi sekedar basa-basi saja

Rasa cinta yang mudah mati

Namun harus mati-matian pula untuk mempertahankannya


Robot-robot akan binasa. 

Kelak ketika mereka sudah terlalu mencandu terhadap keindahan cinta

Semuanya dibalikkan hanya dengan sedikit pembalikan fakta belaka


Eksistensi sudah mati

Hari hanya berganti hari

Bulan hanya berganti bulan

Tahun hanya berganti tahun

Dan 9-to-5 menjadi satu-satunya realita


Eksistensi sudah mati

Banyak yang berganti hati dan lari

Ada juga yang hidup menyendiri

Mendengarkan bisikan penuh makna

Dari dirinya sendiri


Eksistensi sudah mati

Robot-robot akan binasa

Minggu, 07 Agustus 2022

Billie Eilish

Billie Eilish pengen kayak Cardi B

Rap Disco yang menyengat urat saraf dan memaksa jiwa dan raga untuk bergoyang

We Not Humping

Disco yang terhampar di gurun gangster

Lalu lari ke dalam semangat In Da Club 

50 Cent

Feeling my style, feeling my flow

Shot shot shot and shot! 

Dan having fun di tengah teriknya matahari

Bernama pekerjaan

California Love

Lalu menerobos melalui lirik elegan

Tupac dan Dr. Dre

In the city of LA

West Coast

East Coast

After Tupac Hit 'em Up

Young, Wild, and Free was born

So what we get drunk? 

So what...? 

Conclude the Big phase with that song

The song about how we should extremely hard to the bad things inside us

That called:

Young, Wild, and Free! 

Repeat! 

Young, Wild, and Free! 

And what's inside my heart, that's all about you... 

that's all about you... 

Jumat, 24 Juni 2022

Yogyakarta

I love this town

I see places, I see my past, lovely past

My history

Youngsters full of love

And free

Made mistakes

And free

Just like how I used to be

We feel pain

They feel pain

When it hurts

We were going to a little lovely place called 5 dimensi

Dengan begitu, maka tahulah kau kalau sejauh ini kau berteman dengan siapa

"Aku dibawa terbang ke alam mereka," kata Kaka

Namun, senyum manis ternyata tidak seperti di dalam lagu-lagu cinta

Di mana kita merasa mendengarkan, padahal tidak, 

Dan masih banyak sisi diri yang perlu diisi arti

Memang, hidup ini hanyalah realitas belaka

Pemalu, dan sedih

Rabu, 18 Mei 2022

HEART

I'm looking on it

And it's the wild behind the wall

A mount's not buried in it

And clouds hide a thing on it


And


The town makes me looking down

Into the earth that I don't belong

Then I fly myself with these unique wings

And the bad suddenly become a thing


So, what is it? 

Kamis, 07 April 2022

Psikososial

Hampir setiap malam aku berkelana

Dengan isi kepala ini, aku mendengarkan lagu-lagu melankolis ala Adam Levine di platform streaming terkenal. 

"Get so insecure, doesn't matter anymore"

Lalu, tidur menuju siang yang bangkang

Keras terhadap kesempatan yang ditawarkan oleh hidup. 

Dengan penuh keyakinan, kukatakan kepada seluruh alam semesta, bahwa aku hanya terlalu keras terhadap kenyataan-kenyataan aneh yang diberikan oleh mimpi

Sedikit-sedikit kukatakan kepada diriku, bahwa di dunia ini ada cerita yang lebih menarik dari rahasia

Ditemukan melalui bahasa kalbu yang perlu dilatih hanya untuk menerjemahkannya


Sore Hari, 


Aku masih duduk berhadapan dengan pekerjaan yang penuh dengan kira-kira. 

Hingga pukul 5 baru pikiran ini mulai terbangun dari tidurnya

Membawa bersamanya alam bawah sadar yang sudah siap untuk diuji


Pukul 6 sore, ketika azan berkumandang, barulah diriku ini meminum segelas kopi hitam panas tanpa gula

Waktu pun kemudian terasa singkat

Sebab, pada pukul setengah 8 malam, tidak ada hal paling mengundang rasa malas selain harus memenuhi janji dengan sesuatu yang semu

Aku pun tak mengelak. Meskipun aku hanya berkeringat dan kembali merasa kosong

Dan tidak mungkin mengulang masa lalu yang belum menghilang

Taman pikiran yang dulu pernah kubangun untuk menyambutmu, kini suram tanpa tanda-tanda kehidupan

Kecuali pohon-pohon tua yang kian rimbun sehingga menutup celah bagi sinar matahari untuk masuk

Aku pun harus bergerak lebih berani demi menciptakan kembali kehidupan-kehidupan pasca bencana tanpa rencana yang terjadi beberapa tahun lalu

Kesedihan yang meninggalkan bekas, kerinduan yang meninggalkan banyak pertanyaan sebelum akhirnya disadari bahwa tidak ada kekecewaan pada masa lalu. 


Permainan masa lampau yang sesekali mampir ke dalam mimpi

Mimpi-mimpi itu sendiri, kian lama kian indah untuk dipahami


Tengah Malam


Aku kembali menyiapkan diri menuju tidur. 

Instagram 

Identitas

Identitas

Identitas

Dan penyakit psikososial

Kemudian, terjadilah peristiwa yang membuatku menuliskan puisi panjang ini


Dengan isi kepala ini, aku merasa tenang seiring dengan terdengarnya kemerduan suara Rihanna.. 




Senin, 24 Januari 2022

Comedy Store

I wanna make a fuckin' poem
About the guy who bought the flower from the comedy store
He bought a very gently flower of rose
'I'm not going to put it in anywhere else, but your heart," said He.

But, when He did that, nothing happened more than silence
He wondered. Why? He thought carefully. How?

When He found out the reason, He remembered something about the comedy store
"The things there," He thinks, "are very bizzare,"
He found a gypsy's thing in the book called Don't Cheat on Your Dream

And He found a black old cat, looking sharply to the corner where the potrait of John Lennon got hung
Above the big shell contain by a bunch of strange books

But His mind just going places faster than ever
Looking for the truth about the flower
Searching for all the things that might be forgotten

And then He remembered, the strange receipt of the rose.
He felt something
Got the receipt in His hands

He read:

For all the native son of the laughter, of the love, of the life, of the journey and living a dream, and of the skies that wrote all the stories about the stars..

If you can find this flower, and you're about to meet the third decade of your life, I want to tell you, that there's no way for you to learn the same lesson.

Life's change so much
And love now is just the commodity
A little comedy, a little perspective, a little of misunderstanding, a little stupidity, and a little game

For you to win or lose 

Sabtu, 15 Januari 2022

Fight Without a Faith, My Misty

I'm standing all the night
Watching UFC after the fight
I'm surrender to the bones
That makes me feel some pow!

I'm watching Netflix after the night
And all the crap not ain't that bad, right?
What can we do when there's a flight
That brings us into the match?

I know myself, I'm miles away
Watching the things that are bizzare
I feel my leg cannot be moved
So, I'm gonna fight without a faith

You hear me fight without a faith
Just sing along until it's day
Hope that the sun washed out the cold
But I saw that the day was out

I feel something unbeautiful
I hear my singing in the pool
I break my heart I break my day
Oh darling please don't go away

My Misty, please don't end the stay...

Selasa, 26 Oktober 2021

Fuck Myself

You find that every usual thing in your life's just not worth it anymore


Is that a problem?

You feel ready to leave

But the feeling is old
You felt that thing

Before (remember?)

And still
You keep that thing

Either when you had not got a chance, or the opposite

You free to life
You free to leave

Nothing more
Nothing less

Just remember

You find that every usual thing in your life's just not worth it anymore

Sabtu, 24 April 2021

Never Look Down!

Setiap kali kutulis puisi dengan tangan yang digerakkan oleh otak yang dipenuhi dengan cita-cita ini, sebenarnya tak banyak cerita yang bisa kusampaikan kepadamu.

Sampai akhirnya, setiap kata yang kutulis menjadi masa lalu, dan cerita-cerita di dalamnya membangkitkan kerinduan mendalam yang bahkan tak dapat dijelaskan oleh alam mimpi sekalipun.

Sekilas bayangan yang kutemui, berarti selamanya bagi diriku yang memang hidup dalam kutukan cinta. Kutukan yang memaksa diri ini untuk membangun istana megah demi menyambut mimpi yang sedang dikerjakan menjadi kenyataan.

Setiap kata yang terucap dari bibirku adalah sumpah bukan serapah yang terselip dibalik layar mimpi liarmu. Mimpi liar yang kau sembunyikan entah demi apa aku tak tahu.

Tahukah kau, bahwa salah satu keahlianku adalah mengetahui rahasia yang tersembunyi dibalik rahasia dan pilihan?

Dan aku telah belajar lebih banyak hal mengenai penyesalan dibandingkan dengan orang lain di dunia ini.

Sedikit demi sedikit itu kukumpulkan menjadi kekuatan, lalu menjadi karakter, kemudian menjadi iman.

Jika kau benar-benar ingin mengenali hal-hal liar yang berkeliaran di dalam kepalaku yang keras ini, sesungguhnya kau tidak perlu tahu.

Maksudku, kau tidak perlu tahu bahwa ketika berdo'a, kuhadapi Tuhanku dan Tuhanmu itu dengan cara yang sangat jantan. As I said, I will never look down!

Kamis, 11 Maret 2021

Antara Vaksin dan Mantra

Negeri ini, dilanda hujan vaksin sepertihalnya negara-negara lain di dunia.

Negeri yang jatuh bangun dari masa ke masa, dari tangan ke tangan, dan dari mimpi ke mimpi.

Tidak ada yang bernyanyi lalu mengejutkan dunia. Tidak ada yang menari lalu menjadi Cleopatra

Pada masa keterpurukan, vaksin-vaksin berdatangan memutus mata rantai antara satu dan lain masa.

"Berapa biayanya? Itu sudah semuanya?"

Akan ada banyak yang tidak percaya, tentu saja.

Penyakit ini tidak bisa dijelaskan dengan mantra-mantra. Penyakit yang lahir dari murka.

Pada saat semuanya makin menderita, maka tidak ada pilihan selain menerima vaksin yang dibeli menggunakan uang penguasa.

Tidak ada satupun yang mau mengerti, bahwa negeri ini masih percaya dengan mantra.

Sabtu, 20 Februari 2021

Ainul Mardhiah

"Di balik kesunyian, ada rahasia-rahasia kecil yang sengaja disembunyikan dari kita"

Terkadang, aku mendengarkan dengan sebaik-baiknya suara jangkrik dan burung-burung liar

Beterbangan di sekitaran pepohonan yang membelakangi gedung-gedung tinggi

Terkadang tertangkap olehku, beberapa suara yang mereka keluarkan mirip seperti suara nyanyian yang kudengar jauh-jauh hari  di dalam alam mimpiku.

Mereka membawa sebuah cerita panjang turun-temurun tentang sejarah kehidupan makhluk Bumi.

Sejujurnya, aku tidak mengerti apa yang mereka ucapkan ketika aku berserah diri demi mendengarkan cerita mereka pada sore hari yang sejuk, tidak terlalu cerah, dan basah.

Namun, ketika kudengarkan suara itu di dalam alam mimpiku, seseorang penerjemah menerjemahkan kicauan burung yang berdiri jinak di bahu kirinya.

Keningku mengernyit tak lama setelah sosok tersebut menarik wajah indahnya dari telingaku.

"Di balik kesunyian, ada rahasia-rahasia kecil yang sengaja disembunyikan dari kita," ujarnya kepadaku di dalam mimpi beberapa waktu lalu.

Beribu-ribu tahun kemudian, dituliskan kembali bisikan bersejarah itu di atas layar yang mampu menangkap detil-detil kelemahan manusia.

Minggu, 15 November 2020

MAGA

 Donald Trump


The name is big

But I am far here right now

The truth is sick

Bad man is nothing


Bjork


I see that girl

Freak and nice

And lovely, and better

And so peaceful until...


You


Remind me of Bjork's style

Still walk in the dark road

Crying your heart out

Never find happiness


Myself


Wait until the music's over

Blow my mind as you used to love

It's never too late

Then I celebrate


Zaman


Berubah dan merubah

Jiwa manusia yang dituntut kalah

Menjadi tidak berani untuk menang

Dan membuat kebohongan bernama logika


Donald Trump


Jakarta, Senin, 16 November 2020 (00.38 WIB)

Jumat, 16 Oktober 2020

Way

When things happen directly to you, it’s heaven or love that make some knocks on your door.

When life is beginning too hard, it’s time or love that make some voices in your throath.

Some days before, we were basically often to talk about something shit

We weren't sleep like the other, we didn’t touch like another, but we were making love forever

Now we are still living like a superhuman. Living a life that consumes everything that makes us satisfy

We are often telling lies. And when you feel shy, that’s the time I can see you as a normal human being.

I want to say to you a little thing,

Thing, thing, thing

The secret between you and us

The thing that we always feel as a mantra:

“Way. When things happen directly to you, it’s heaven or love that make some knocks on your door,” we said.

Selasa, 06 Oktober 2020

Together

I'll write something, you know.

Something down, something up

Something hurts, something good

Nobody knows about the song that made just for a sin

It hurts very very much.

It hurts, It's a song, my life

It's a sin, my enemy

It's the truth: I walk into the journey, towards my destiny

Oooommmm [India Chants]

Let's sit just for a while

Not long

You have to understand about what I said before

We have to, you and I, learn.

We good to be together

We good in every kind of time

We good as long as we're free to be ourself

let's drink, let's drunk

Let's up, let's down

Let's wake, Let's sleep

We good to be together

Jumat, 17 Juli 2020

Aaah, Lupakan Saja!

Apakah dia yakin, bahwa dia benar-benar menghentikan aksi protesku?

Tidak. Dia salah. Dia justru membuatku tampak menghilang dari segala macam hiruk-pikuk dunia.

Tidak hanya menghilang. Dia juga memberikanku kekuasaan de facto yang tidak dapat dibantah karena hal yang kutunjukkan tidak pernah lepas dari kenyataan.

Sayangnya, semua orang berpikir mengenai hal yang sama, dengan semangat yang sama, dengan keberanian yang setara.

Pada kenyataannya, itu tidak cukup.

"Mengajarkan diri untuk melakukan pelanggaran adalah hal yang paling sulit di dunia ini," gumamnya.

Pelanggaran yang merugikan justru terjadi karena sifat melanggar yang tak pernah diajari. Sifat melanggar yang dungu.

Sudah berapa banyak pelanggaran yang kini menjadi norma? Sudah berapa lama sejak orang-orang tidak dilarang untuk percaya bahwa Bumi itu bulat?

Pelanggaran yang benar berasaskan logika dan hati nurani. Pelanggaran yang salah menuruti keinginan hawa nafsu, rasa takut, dan keterpurukan moral dan mental.

Minggu, 12 Juli 2020

Lagi-Lagi Kesunyian

Segala sesuatu terasa seperti siang dan malam yang berdiri di ujung-ujung waktu.

Tempat-tempat dan benda-benda mengisyaratkan hidup yang sarat akan perasaan-perasaan mengenai sisa-sisa.

Semua jiwa terpaksa hidup melankolis, dan tanpa sadar kesedihan menyertai hati yang sepi.

Cinta berdiri termenung menatap manusia yang meninggalkannya, manusia yang terus menatap ke belakang meratapi kisah yang tak kunjung berakhir sesuai dengan keinginan.

Kenyataan pahit yang dimiliki adalah kenyataan pahit yang harus disudahi.

Setiap pertemuan dengan mode berulang selalu memajang cermin yang sama dan membuat bingung jiwa-jiwa yang kesepian.

Jiwa-jiwa merana yang lahir dari lubuk hati paling dalam. Jiwa-jiwa yang bermimpi setinggi langit dan menampilkan bayang-bayang tentang betapa bergairahnya kehidupan asmara yang diinginkan.



Jakarta (12/7/2020).

Minggu, 05 Juli 2020

PANDEMI


Bagian I

Ian Ahmet bangun dari tidur sekitar pukul setengah sembilan pagi. Kepala dan badannya terasa tidak begitu enak lantaran semalam rasa kantuk tidak mampu membuatnya tidur sebelum jam 12. Dia hanya membolak-balikan badan hingga kira-kira pukul setengah 4 pagi sebelum akhirnya benar-benar hilang kesadaran.

Bangun tidur, hal pertama yang dia rasakan adalah kesal karena tubuhnya tidak fit untuk menjalani program membentuk tubuh yang sudah dia lakukan selama 10 hari terakhir. Dalam kondisi seperti itu, perlu waktu cukup lama untuk bangkit dari tempat tidur. Otot-otot Ian rasanya belum siap untuk beraktivitas secara normal.

Untungnya, dia sedang menjalani masa cuti pendek yang memang diambil dengan tujuan 'menenangkan diri'. Namun, ketika tubuhnya sudah mulai terasa nyaman untuk beranjak dari tempat tidur dan bangkit, Ian pun tidak mendapatkan perasaan normal sepertihalnya yang dia rasakan pada hari-hari libur biasa.

Merasa ada yang salah, dia memaksakan diri untuk mencari simptom-simptom penyebabnya dari hal-hal yang dialaminya dalam beberapa waktu belakangan.

Sekitar 3 bulan yang lalu, ingat Ian, pemerintah mulai bereaksi sepertihalnya negara-negara lain yang tidak memaksakan diri menutup-nutupi kenyataan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) sudah menginfeksi warga negara masing-masing.

Dengan segala kerusakan yang menanti di depan mata, pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara perlahan mulai 15 Maret 2020. Mulai dari tempat-tempat usaha, sekolah, perkantoran, lembaga pemerintahan, hingga tempat ibadah diberlakukan pembatasan sosial setelah 117 kasus terkonfirmasi di Indonesia.

Snowball effect, perekonomian mulai goyah. Kekacauan pun mulai terjadi di pikiran setiap orang. Momen-momen yang menggelapkan hati, membakar emosi, dan kedengkian semuanya bercampur menjadi satu. Dan sebagai buruh, hantaman bola salju yang meluncur cepat itu terasa lebih menyakitkan.

Secara finansial, buruh-buruh tidak punya pilihan. Meskipun, sikap empati mereka sebenarnya mampu mengangkat beban yang sifatnya finansial. Namun, ada satu kesadaran kolektif yang terbangun di dalam kepala mereka, yaitu: dengan kondisi finansial yang makin sulit akibat tergerus krisis ekonomi global, pengurangan beban kerja adalah bentuk kompensasi yang paling masuk akal. Sebagian besar buruh bahkan berpikir bahwa pengurangan beban kerja adalah hak.

Turut terdampak, Ian pun mengamini segala macam kondisi. Setiap hari berkelahi dengan suara-suara yang tak mungkin dipedulikan oleh kapitalisme. Berkelahi dengan diri sendiri yang tak mau berdamai dengan sistem yang eror akibat hantaman pandemi.

Bertarung tanpa peduli, ternyata ada satu hal yang tidak diperhitungkannya: perkelahian yang terjadi ternyata bukanlah hal yang main-main.

Kira-kira satu bulan setelah bekerja dari kamar kos, Ian terbangun dari tidur dan mendapati sebagian dari tangan kirinya mati rasa. Tidak seperti yang dia alami sebelumnya, mati rasa kali ini terjadi di area yang sangat spesifik dan tak kunjung normal setelah kutunggu selama beberapa jam.

Sehabis makan siang sekitar pukul setengah 1, dia mencari-cari informasi yang berkaitan dengan kondisi mati rasa di sekitaran jari kelingking kiri. Ian menemukan istilah berbahasa latin yang tidak dia mengerti dan tidak dia ingat juga kala itu.

Lalu, dia pun memutuskan untuk melakukan pemeriksaan. Tak mau menunggu lama, Ian membuat janji dengan salah seorang dokter syaraf dan langsung mengatur jadwal agar pemeriksaan dilakukan keesokan harinya, plus, melakukan rapid test yang katanya merupakan prosedur wajib rumah sakit.

Benar saja, keesokan paginya kondisinya tidak membaik sama sekali. Setelah mendapatkan izin berobat dari bos, dia pergi mengunjungi salah satu rumah sakit swasta tak jauh dari kawasan kantor tempat dirinya bekerja.

Sesuai dengan protokol, Ian berjalan memasuki gerbang rumah sakit. Di sisi kanan, dia melihat beberapa petugas medis berpakaian seperti astronot. Di pintu masuk, ada beberapa berkas yang wajib diisi. Semua isinya terkait dengan riwayat kesehatan.

Di dalam, orang-orang cukup ramai. Ian mendatangi salah seorang petugas di meja resepsionis, "Permisi, saya ada janji temu dengan dokter Anne jam 12 siang,"

"Silakan ke meja yang di sana," petugas tersebut menunjuk ke salah satu sudut di dekat pintu masuk.

Selesai dengan urusan administratif, dia beranjak ke salah satu lantai dan menyerahkan berkas ke bagian administrasi di lantai tersebut.

Sebelum masuk ke ruangan pemeriksaan, salah seorang suster terlebih dahulu memeriksa suhu tubuh, kondisi mata, telinga, mulut, dan tensinya, lalu menanyakan beberapa hal.

"Ada alergi obat?"

"Tidak,"

"Ada riwayat penyakit jantung?"

"Tidak,"

"Atau keluarga yang punya riwayat sakit jantung?"

"Tidak,"

"Asma?"

"Tidak,"

"Pernah diopname?"

"Tidak,"

"Ok. Silakan masuk."

Di dalam, seorang dokter berusia kira-kira 30 tahunan awal mengucapkan selamat datang. Setelah Ian menjelaskan secara singkat kondisi yang dialami oleh tangan kirinya, dokter itu langsung mengarahkannya ke ranjang pasien.

"Coba lepasin gelangnya," kata dokter itu.

"Dulu waktu kuliah tangan kiri saya ini pernah cedera ketika main futsal, Dok" ucap Ian sambil melepaskan gelang dan menaruhnya di atas tempat tidur pasien.

"Di sini mati rasa?"

"Iya, Dok,"

"Di sini masih?"

"Masih, Dok,"

"Di sini?"

"Enggak, Dok,"

"Enggak?"

"Enggak, Dok,"

"Ok,"

Pada pemeriksaan pertama, tidak ada kesimpulan atas kondisi mati rasa yang dia alami. Dugaan awalnya adalah Ulnar Tunnel Syndrome, yaitu kondisi di mana sekitaran bagian kiri telapak tangan mengalami mati rasa.

Cerita tentang cedera yang dialaminya pada saat main futsal tidak begitu menarik perhatian dokter Anne. Di depan monitor, dokter itu tampak masih berpikir tentang penyebab utama dari kondisi mati rasa yang Ian alami. Di monitornya, terlihat gambar-gambar orang sedang bersepeda.

"Orang-orang yang bersepeda juga berpotensi mengalami hal ini," katanya.

"Kalau ngetik, Dok?" Dia menggelengkan kepala.

Setelah berpikir-pikir lagi, sesuatu tiba-tiba muncul di kepala Ian. "Selama 2 pekan terakhir saya menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari buat main gitar, Dok. Apa itu berpengaruh, Dok?" Dokter Anne langsung mengalihkan pandangannya ke arah Ian, dan berkata,

"Nah, itu bisa jadi!" Dia kemudian memeragakan diri seperti tengah bermain gitar. "Coba deh 2 pekan ini enggak main gitar dulu," sambungnya.

"Baik, Dok. Ada pantangan lain ga, Dok? Makanan misalnya?"

"Enggak ada,"

"Merokok pengaruh enggak, Dok?"

"Enggak," ujarnya.

"Kalau alkohol, Dok?"

"Enggak."

Dokter Anne kemudian menuliskan resep obat yang harus Ian minum selama 10 hari ke depan.

"Ini Provelyn, obat syarafnya. Kalau setelah dikonsumsi rasanya pusing dan tidak nyaman, jangan diminum lagi. Tapi, kalau setelah diminum badan terasa nyaman, terusin aja. Soalnya, obat ini bikin agak dizzy," jelasnya.

"Baik, Dok,"

"Setelah obatnya habis, datang lagi ke mari. Kita lihat perkembangannya,"

"Baik, Dok."

Setelah diperiksa, Ian pergi menuju meja pembayaran. Tak lama, administrator menyerahkan secarik kertas berisi harga sejumlah obat. Melihat harga yang harus dibayar, dia pun langsung menahan diri agar senyum kecut tidak terekspresikan dari wajah.

Namun, teringat bahwa dirinya harus melakukan pemeriksaan lanjutan beberapa hari mendatang, stres yang dingin terasa mengucur deras dari ujung kepala sampai ke dada.

Berdiri di hadapan 'jalan bercabang', sejenak Ian membatin: Memang, kesehatan adalah hal yang paling utama di dalam hidup ini. Namun, krisis moneter yang melanda dunia saat ini juga memiliki perhitungannya sendiri.

Sembari berjalan meninggalkan meja administrasi, dia kembali membatin,

"Betul, kesehatan adalah hal yang paling penting dalam hidup ini. Namun, bagaimana jika aku tidak punya uang?" Perlahan, pintu lift kembali menutup dan membawa Ian kembali ke lantai dasar.